GARUDANEES.co, Pematangsiantar– Malam mencekam terjadi di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Kebakaran menghanguskan lima unit ruko, pada Sabtu (22/8/2026) malam hari.
Awal kejadian, sekira pukul 21.45 WIB salah satu pengendara yang melintas melihat asap muncul dari sebuah ruko yang diketahui merupakan sebuah toko karpet, sehingga ia berhenti dan mencoba memanggil pemilik rumah, namun tidak ada jawaban.
Saat pintu digedor, yang terbuka ternyata pintu tetangga ruko tersebut dan pemiliknya keluar karena ingin menyelamatkan diri. Lalu tidak lama kemudian pemilik toko karpet yang menjadi titik awal kebakaran tersebut datang, karena ternyata ia tidak tinggal di ruko tersebut. Ia berhasil menyelamatkan satu unit sepeda motor miliknya, namun barang-barang berharga lainnya tidak sempat diselamatkan.
Tak lama kemudian sekira pukul 21.50 WIB, empat unit mobil damkar dari Pemko Pematangsiantar tiba di lokasi kejadian dan menyusul empat mobil damkar lainnya sehingga total delapan mobil damkar dari Pemko yang diturunkan.
Saat berupaya memadamkan api, sekira pukul 22.01 WIB api tampak mulai membesar dan membakar isi ruko. Serta tampak ledakan yang juga beberapa kali terjadi dikarenakan kabel listrik yang terbakar.
Sekira pukul 22.10 WIB, dua unit mobil damkar PT. STTC datang, disusul mobil Water Cannon dari Brimob yang tiba pada sekira pukul 22.30 WIB.
Mobil-mobil damkar Pemko Pematangsiantar, STTC dan Water Cannon Brimob berupaya keras memadamkan api yang mengganas tersebut, namun diduga karena adanya karpet, lem, dan bahan yang mudah terbakar lainnya, serta lantai yang masih terbuat dari papan, api sangat sulit untuk dipadamkan, hingga membesar dan merembet dengan begitu cepat ke empat ruko lain yang berada di samping-sampingnya.
Berdasarkan informasi dari salah satu petugas damkar, api sudah dapat dijinakkan pada sekira pukul 03.00 WIB dini hari.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah.(Edy)













