Pemko Medan Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Lewat Rakor Pengendalian Inflasi 2026

GARUDANEWS.co, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mengantisasi potensi lonjakan harga pangan.

Rakor yang dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, diikuti Pemko Medan dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Medan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya di sektor pangan. Meski ketersediaan pasokan pangan secara umum masih dalam kondisi aman, kenaikan harga sejumlah komoditas di beberapa daerah menjadi perhatian serius yang perlu diantisipasi sejak dini.

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menekankan pentingnya respons cepat pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga komoditas pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Tekanan harga pada komoditas tertentu di beberapa wilayah tetap memerlukan langkah penyesuaian dan intervensi cepat agar tidak membebankan masyarakat,” ujar Tomsi Tohir.

Melalui keikutsertaan dalam rakor tersebut, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional maupun modern. Selain itu, koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di Kota Medan tetap terjaga.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah agar tetap berada pada level yang terkendali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *