Dari Brownies Legendaris hingga Minuman Kekinian, Amanda Brownies dan Suweger Jangkau Konsumen Lintas Generasi lewat TikTok GO by Tokopedia

GARUDANEWS.co, JAKARTA – Cara masyarakat menemukan makanan dan minuman favorit terus berkembang. Jika dulu ketertarikan muncul dari aroma brownies yang tercium saat melintas di depan toko atau rekomendasi minuman viral dari teman, kini inspirasi yang sama bisa hadir melalui video singkat dan ulasan kreator di platform digital seperti TikTok.

Alih-alih melihat perubahan perilaku tersebut sebagai tantangan, Amanda Brownies dan Suweger justru memanfaatkannya sebagai peluang untuk memperkenalkan produk unggulan kepada konsumen dari berbagai generasi. Dengan tetap mempertahankan karakter dan cita rasa khas masing-masing, kedua merek ini beradaptasi dengan cara konsumen modern menemukan dan memilih produk.

Meski berasal dari latar belakang dan perjalanan bisnis yang berbeda, Amanda Brownies dan Suweger memiliki kesamaan dalam memanfaatkan TikTok sebagai sarana membangun kedekatan dengan audiens. Melalui TikTok GO by Tokopedia, keduanya tidak hanya memperluas jangkauan promosi, tetapi juga membantu menghubungkan ketertarikan yang muncul dari konten digital menjadi kunjungan langsung ke outlet.

Lalu, bagaimana kedua merek ini memanfaatkan TikTok untuk tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen sekaligus memperkenalkan produk andalan mereka? Berikut kisahnya.

Amanda Brownies: Menjaga Warisan Rasa, Menarik Generasi Baru

Selama lebih dari 25 tahun, Amanda Brownies dikenal luas berkat konsistensinya menjaga cita rasa khas. Berawal dari bisnis keluarga di Bandung pada 1999, merek ini berkembang menjadi jaringan dengan 150 outlet yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kehadirannya yang terus bertahan membuat Amanda Brownies menjadi bagian dari momen keluarga di berbagai generasi.

“Dulu ibu saya yang mengenalkan Amanda kepada saya, sekarang saya yang membelikannya untuk anak saya,” ujar Hilda Nathania, Manager Marketing Amanda Brownies.

Meski telah memiliki basis pelanggan yang loyal, Amanda Brownies terus mencari cara untuk menjangkau konsumen generasi berikutnya. Sejak 2020, perusahaan aktif menghadirkan konten di TikTok, termasuk melalui kolaborasi dengan kreator kuliner dan gaya hidup. Langkah ini menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan produk kepada konsumen muda melalui platform yang akrab dengan keseharian mereka.

Berdasarkan data internal perusahaan, hingga saat ini terdapat lebih dari 40.000 video organik yang menampilkan produk Amanda Brownies di TikTok dengan total tayangan melampaui 500 juta kali. Tingginya angka tersebut menunjukkan besarnya percakapan dan keterlibatan konsumen terhadap merek ini di platform digital.

Momentum tersebut semakin terlihat saat perayaan ulang tahun ke-25 Amanda Brownies pada November tahun lalu. Melalui kampanye promosi “Beli Dua Gratis Satu”, seluruh staf di 150 outlet turut membuat konten TikTok dengan mencantumkan lokasi gerai masing-masing. Kampanye ini berhasil menarik perhatian konsumen hingga sejumlah outlet mengalami antrean sejak pagi dan kehabisan stok sebelum siang hari.

Bagi Amanda Brownies, keberhasilan sebuah konten tidak hanya diukur dari jumlah tayangan, tetapi juga dari kemampuannya mendorong konsumen datang langsung ke outlet. Sejak bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia pada Juli 2026, perusahaan memanfaatkan fitur penanda lokasi untuk memudahkan konsumen menemukan gerai terdekat, sekaligus menawarkan voucher yang dapat ditukarkan dengan produk pilihan saat berkunjung.

Menurut Hilda, banyak konsumen yang datang ke outlet pada hari yang sama atau sehari setelah melihat promosi di TikTok. Selain menukarkan voucher, mereka juga berkesempatan mengenal berbagai varian lain yang tersedia, seperti Choco Marble dan Sarikaya Pandan.

“Setelah bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia, kami melihat konsumen yang tertarik pada penawaran dalam konten kami, termasuk promo group-buy, biasanya datang ke outlet pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya. Kami tidak menyangka proses konversinya bisa seefisien dan secepat itu,” jelas Hilda.

Dampaknya terlihat dari peningkatan penjualan voucher online yang naik lebih dari 80% pada dua bulan pertama setelah implementasi, yakni selama Agustus hingga September 2026. Pencapaian ini turut memperkuat perkembangan Amanda Brownies yang kini didukung oleh sembilan pabrik dan lebih dari 2.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Suweger: Mengubah Masukan Konsumen Menjadi Inovasi

Berbeda dengan Amanda Brownies yang berupaya memperluas jangkauan ke generasi muda, Suweger sejak awal memang lahir untuk memenuhi kebutuhan segmen tersebut. Didirikan di Surabaya pada 2019 oleh tiga mahasiswa tingkat akhir, Suweger berawal dari keinginan menghadirkan minuman yang segar, terjangkau, dan sesuai selera anak muda.

Dengan berbagai pilihan minuman berbasis teh, cokelat, dan susu, Suweger berkembang dari satu outlet di kawasan Sukolilo menjadi sekitar 14 outlet yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo. Kedekatannya dengan konsumen muda turut membentuk strategi produk maupun cara berkomunikasi yang diterapkan perusahaan.

Sejak 2021, Suweger aktif memanfaatkan TikTok melalui konten komedi dan hiburan yang mendorong interaksi dengan audiens. Seiring waktu, platform ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga menjadi sumber masukan untuk memahami preferensi konsumen dan mengembangkan produk yang lebih relevan.

“Melalui TikTok GO by Tokopedia, kami tidak hanya melihat apakah konten kami ramai atau banyak ditonton. Kami juga ingin mengetahui apakah orang yang melihat konten tersebut akhirnya tertarik untuk mencoba produk kami. Karena itu, kami terus mempelajari format konten yang paling sesuai untuk audiens Suweger,” ujar Muhammad Ghiyats Humam, Chief Marketing Officer Suweger.

Pada 2026, Suweger mulai mengoptimalkan TikTok GO by Tokopedia melalui berbagai pendekatan, mulai dari program afiliasi, flash sale, kolaborasi dengan kreator, hingga siaran LIVE. Strategi ini memperluas cara perusahaan membangun kerja sama dengan kreator, termasuk kreator berskala kecil atau nano creator yang memiliki kedekatan tinggi dengan audiensnya.

Salah satu manfaat yang dirasakan Suweger adalah kemampuannya memperoleh gambaran awal mengenai respons pasar terhadap produk baru. Performa penjualan voucher menjadi salah satu indikator untuk melihat sejauh mana sebuah menu diterima konsumen.

Hal tersebut terlihat pada peluncuran Thai Tea Jelly Boba, produk yang dikembangkan dari kategori minuman terlaris Suweger. Berdasarkan data internal perusahaan, dalam waktu sekitar satu bulan setelah diluncurkan melalui TikTok GO by Tokopedia, produk tersebut berhasil masuk lima besar menu terlaris dan sempat menempati posisi kedua.

Inovasi Suweger juga merambah kategori makanan ringan. Memasuki tahun ketujuh, perusahaan mulai memperluas pilihan menu dengan menghadirkan berbagai varian dimsum yang disesuaikan dengan selera konsumen muda. Beberapa di antaranya dipadukan dengan kuah keju, bubuk cabai, hingga bakso aci sebagai pelengkap.

Melalui konten di TikTok GO by Tokopedia, berbagai produk baru tersebut diperkenalkan sekaligus diuji respons pasarnya. Salah satu produk camilan yang masih dalam tahap pemantauan bahkan telah mencatat penjualan hampir 1.000 unit per minggu.

Dari sisi bisnis, Suweger mencatat pertumbuhan penjualan voucher online hingga 20% selama periode Mei hingga September 2026. Selain itu, menurut Ghiyats, lebih dari 50% kunjungan langsung ke outlet Suweger berasal dari aktivitas dan promosi yang dilakukan melalui TikTok GO by Tokopedia.

Seiring pertumbuhannya, operasional 14 outlet Suweger kini didukung sekitar 60 tenaga kerja, sebagian besar merupakan anak muda yang tinggal di sekitar area gerai.

Berbeda Generasi, Sama-sama Tumbuh Bersama TikTok GO by Tokopedia

Meski menempuh perjalanan yang berbeda, Amanda Brownies dan Suweger menunjukkan kesamaan dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Amanda Brownies terus menjaga kualitas dan cita rasa yang telah dikenal lintas generasi sembari memperkenalkan produknya kepada audiens yang lebih muda. Sementara itu, Suweger terus berinovasi melalui produk dan konten yang mengikuti tren serta preferensi konsumennya.

Dalam proses tersebut, TikTok GO by Tokopedia menjadi salah satu sarana bagi keduanya untuk menghubungkan ketertarikan yang muncul dari konten digital dengan pembelian nyata dan kunjungan ke outlet. Bagi Suweger, platform ini juga berperan sebagai kanal untuk mengukur respons pasar terhadap produk baru yang mereka kembangkan.

Kisah Amanda Brownies dan Suweger menunjukkan bahwa menjaga identitas produk tidak harus bertentangan dengan upaya beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan memanfaatkan konten digital secara efektif, pelaku usaha tidak hanya dapat memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen, tetapi juga memperoleh wawasan yang membantu mereka terus berkembang dan membuka peluang bisnis baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *