GARUDANEWS.co, Pakistan — Sebuah serangan bom bunuh diri mengguncang area parkir stadion di Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan, pada Selasa malam (3/9/2025), menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, menurut otoritas setempat.
Ledakan terjadi saat ratusan anggota Partai Nasional Balochistan (BNP) berkumpul dalam rapat umum politik untuk memperingati mendiang mantan Kepala Menteri Balochistan, Ataullah Mengal, yang wafat pada 2021.
ISIS Klaim Serangan, Pelaku Gagal Capai Lokasi Utama
Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menurut Menteri Kesehatan Balochistan, Bakht Muhammad Kakar, pelaku bom bunuh diri gagal mencapai lokasi demonstrasi karena pengamanan ketat.
“Kerusakan akan jauh lebih parah jika ledakan terjadi di tengah kerumunan,” ujar pejabat pemerintah Hamza Shafqaat, seraya menambahkan bahwa 120 personel polisi telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Kesaksian Korban dan Reaksi Pemerintah
Salah satu penyintas, Zaman Baloch, mengaku berada agak jauh dari lokasi saat mendengar ledakan keras. Ia mengalami luka pecahan peluru di bagian kaki.
“Setelah ledakan, saya melihat banyak orang tergeletak dan teriakan terdengar di mana-mana,” katanya.
Korban selamat lainnya, Noor Ahmad, juga mengingat suara ledakan yang mengguncang. Sementara itu, pemimpin BNP yang terluka, Ahmed Nawaz, mengatakan ledakan terjadi sekitar 200 kaki dari lokasi demonstrasi.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “bukti nyata konspirasi jahat oleh teroris untuk menyebarkan kekacauan di Balochistan.”
Balochistan: Wilayah Rawan Konflik dan Serangan Militan
Balochistan merupakan provinsi terbesar dan termiskin di Pakistan, berbatasan langsung dengan Afghanistan dan Iran. Wilayah ini kerap menjadi sasaran serangan dari kelompok militan seperti ISIS dan Tentara Pembebasan Balochistan (BLA).
Beberapa serangan besar sebelumnya:
- Februari 2024: ISIS mengebom kantor pemilu, menewaskan lebih dari 20 orang.
- November 2024: Bom bunuh diri di stasiun kereta api Quetta menewaskan lebih dari 20 orang. BLA mengklaim serangan.
- Maret 2025: Militan BLA membajak kereta berisi 400 penumpang dan mengancam akan membunuh sandera jika tuntutan pembebasan tahanan politik tidak dipenuhi. [bbc]




![Foto 1 NORIUM [Ki - Ka] Wulan Wu, Miranti Andi Kasim, Teresa Wibowo dan Tanty](https://garudanews.co/wp-content/uploads/2026/05/Foto-1-NORIUM-Ki-Ka-Wulan-Wu-Miranti-Andi-Kasim-Teresa-Wibowo-dan-Tanty-200x112.jpg)






