Karhutla Meluas di Nagori Purba Dolok, 10 Hektar Lahan Terbakar—Akses Sulit Hambat Pemadaman

GARUDANEWS.co, Simalungun — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Simalungun. Kali ini, api menghanguskan sekitar 10 hektar lahan di kawasan Dolok Suara, Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba. Medan yang terjal dan tidak adanya akses jalan membuat proses pemadaman sangat sulit dilakukan.

Bacaan Lainnya

Komandan Regu (Danru) Damkar Pos Purba, Viery Ferdiansyah Putra Nasution, mengonfirmasi bahwa titik api pertama kali diketahui sejak subuh berdasarkan laporan Pangulu setempat. Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. “Kami sudah tanyakan ke Pangulu, namun belum ada yang mengetahui pasti apa pemicu kebakaran ini,” ujarnya.

Dalam upaya awal, tim Damkar Pos Purba berkoordinasi dengan pihak Nagori, Babinsa, dan kepolisian. Satu unit armada pemadam dikerahkan, namun tidak mampu menjangkau titik api karena tidak adanya akses jalan. Untuk itu, tim gabungan dari Grup A Damkar Simalungun, TNI, dan kepolisian turun langsung ke lokasi.

“Kami juga sudah mencoba menghubungi Manggala Agni karena ini sebenarnya ranah mereka, namun hingga saat ini belum ada respons,” tambah Viery.

Sebagai langkah taktis, tim pemadam membasahi area perkebunan yang terancam dilalui api. “Harapannya, lahan yang basah bisa menjadi penghalang alami agar api tidak meluas lebih jauh,” jelasnya.

Dalam situasi darurat ini, Bankom Garuda turut berperan sebagai pusat komunikasi lapangan, memastikan koordinasi antarinstansi berjalan lancar.
Melalui perangkat komunikasi yang telah mereka distribusikan ke berbagai dinas di sejumlah daerah, komunikasi antara Damkar, TNI, dan kepolisian dapat terjaga secara real-time.
Ketua Umum Bankom Garuda, Monang Siregar, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung penanganan bencana melalui penguatan sistem komunikasi darurat. “Kami hadir untuk memastikan informasi tidak terputus di tengah medan yang sulit,” ujarnya.
Sementara itu, upaya untuk menghubungi Manggala Agni sebagai pihak yang berwenang dalam penanganan karhutla masih belum membuahkan hasil. “Kami sudah mencoba menghubungi, namun belum ada respons,” tambah Viery.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Tim gabungan terus berupaya mengendalikan api di tengah keterbatasan akses dan kondisi medan yang ekstrem.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *