GARUDANEWS.co, SIANTAR — Aula Yayasan Perguruan Sultan Agung, Jalan Surabaya No.19, Kecamatan Siantar Barat, kembali menjadi saksi gerakan kemanusiaan. BSS (Bantuan Sosial Spontan) Foundation bersama PMI Pematang Siantar dan Yayasan Perguruan Sultan Agung menggelar kegiatan donor darah triwulan yang berhasil menghimpun 267 kantong darah dari 321 pendaftar.

Ketua BSS Foundation, Taruna Wijaya (Atak), menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata dari komitmen terhadap nilai “Humanity” yang menjadi visi utama yayasan. “Kami ingin meringankan beban warga prasejahtera tanpa memandang ras, suku, atau agama,” ujarnya.
Acara ini didukung oleh sederet sponsor yang turut memperkuat semangat sosial, di antaranya: Teh Coco Classic, Lim Kok Tong, Smec, Prodia, Kalbe, Apotek Kimia Farma, Sea Quill, Satto, Explore Siantar, Yayasan Hope, Tentang Siantar, Wardah, dan Clinele. Setiap pendonor juga menerima souvenir menarik sebagai bentuk apresiasi.

Tak hanya donor darah, peserta juga mendapat akses pengecekan kesehatan gratis. Tim Sea Quill menghadirkan alat Quantum untuk mendeteksi berbagai gangguan seperti asam lambung, ambeien, sendi, hingga saraf otak. Sementara tim Smec membuka layanan pemeriksaan mata gratis, termasuk untuk lansia.
Ketua panitia, Wartini, menyampaikan bahwa warga Siantar sangat berharap hidup sehat dan saling membantu. Manfaat donor darah pun dijelaskan: menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, menurunkan kolesterol, dan mempercepat metabolisme.
Salah satu peserta, Burhan, yang rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan, menyatakan, “Saya ingin hidup sehat dan membantu sesama. Ini panggilan hati.”
Sekretaris PMI Siantar, Irwansyah Damanik, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. “Setiap kegiatan donor darah, minimal 200 orang hadir. Namun, ada kriteria yang harus dipenuhi, seperti berat badan minimal 50 kg dan tidak sedang hamil, menyusui, atau menstruasi bagi wanita,” jelasnya.
Visi dan Misi BSS Foundation: Menyentuh yang Terlupakan
BSS Foundation menegaskan fokus kegiatannya pada:
– Lansia prasejahtera yang masih berjuang
– Panti asuhan, jompo, dan rehabilitasi
– Bantuan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera
– Bakti sosial: sembako, bantuan bencana, dan musibah
Taruna Wijaya menutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan.
“Dukungan moril dan materil sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari terus bergandengan tangan untuk Pematang Siantar dan Simalungun yang lebih berdaya.” tutupnya. [Edy Susanto]













