Bahaya COVID-19 Terhadap Anak

by
drg. Irvanda Mulyaningsih, SpOrt

Garudanews, Kesehatan — Perempuan cantik Alumnus Kedokteran Gigi Spesialis Orthodonsia Universitas Airlangga Surabaya ini yang akrab di sapa Dokter Vanda juga Dokter gigi orthodontist bernama lengkap Irvanda Mulyaningsih, selama dua bulan lebih getol melakukan edukasi melalui media sosialnya.

Melalui media sosial @doktervanda menampilkan banyak materi terkait bahaya COVID-19, herd immunity, new normal, hubungannya Covid-19 terhadap anak-anak, bahayanya Covid-19 terhadap kehamilan, terapi plasma konvalesen, dan masih banyak lagi.

Materi-materi tersebut di-dibagi oleh dokter Vanda di instagram stories dan juga live instagram berupa bincang-bincang dengan beberapa pakar kesehatan. “Saya juga share di instagram tv @doktervanda,” ujar dia.

Ia mengatakan, satu di antara materi edukasi yang ada di media sosialnya. Seperti, apa bahaya Covid-19 pada anak dan kehamilan. 

“Dari percakapan saya dengan teman-teman dokter spesialis anak, dr. Rizky, Covid-19 berbahaya pada anak-anak. Karena anak-anak memiliki antibodi yang masih rendah daripada usia dewasa. Apabila ada penyakit penyerta maka akan lebih memperparah gejala penyakit,” ungkapnya,

Dari data IDAI jumlah kematian anak karena COVID-19, kutip Dokter Vanda, cukup tinggi. Sementara pada kehamilan, tingkat kematian masih tidak setinggi pada anak-anak. Hanya saja tetap berbahaya bagi ibu dan calon bayi yang dikandung.

“Karena imunitas ibu hamil lebih rendah dibandingkan saat tidak hamil. Bisa memperberat gejala seperti demam dan sesak nafas pada ibu hamil,” tambahnya.

Dokter Vanda menegaskan, selama ini memang masyarakat belum banyak yang paham mengenai bahaya Covid-19 terutama dampak terhadap bayi dan anak-anak.

Ini diketahui dari polling Instagram yang dibuatnya dan hasilnya banyak yang belum mengerti bahaya dan faktor resiko yang akan terjadi.

“Itulah mengapa hampir tiap hari saya memberikan edukasi. Bersyukur didukung oleh teman-teman dokter spesialis yang membantu saya untuk memberikan ilmunya,” ungkap Dokter Vanda.

Meski tanpa lelah melakukan edukasi, Dokter Vanda berharap masyarakat bisa menyaring berita-berita yang masuk untuk tidak membuat panik tapi perlu waspada. Dengan demikian, masyarakat semakin disiplin dalam menghadapi pandemi ini.

Bagi masyarakat yang sudah paham tentang edukasi ini akan menghantar pada rasa lebih mawas diri dan waspada terhadap bahaya penyakit. Serta bisa menyaring info-info yang benar sehingga tidak salah informasi. (*)