GARUDANEWS.co, Pematangsiantar – Nahas, seorang gadis berusia sekitar dua puluh tahun tertabrak oleh kereta api pada hari Kamis (22/01/26) sekitar pukul 17.02 WIB di perlintasan rel kereta api yang terletak di lintasan penyeberangan antara Jalan Mujahir dengan Jalan Tongkol, Kel. Pardomuan, Kec. Siantar Timur, Kota Pematangsiantar yang berjarak kurang lebih 150 meter dari Asrama Brimob Kompi 2 Batalyon B Kota Pematangsiantar.

Seorang saksi yang bernama Hardiansyah (35) selaku penjaga palang depan Brimob, mengatakan bahwa setelah ia melihat kereta api pertamina yang bermuatan kosong menabrak seorang warga, ia segera menghubungi pihak stasiun.
Kemudian berdasarkan informasi lain dari seorang saksi bernama Hadi Purnomo (36) yang berprofesi sebagai security, ia mengatakan kereta api tersebut berhenti setelah menabrak korban. Saat warga berbondong melihat TKP, posisi korban tergeletak di samping rel tepatnya di KM 46+600 dengan kondisi masih bernyawa namun korban mengalami luka robek di kepala, kaki kanan dan kiri, luka robek perut kanan bawah dan kiri bawah serta patah tulang di kedua kaki dan tangan kanan.
Sebelum kejadian korban terlihat berjalan kaki di sepanjang perlintasan rel kereta api tersebut, namun pada saat yang bersamaan kereta api pengangkut minyak dari Pematangsiantar menuju Medan juga melintasi rel tersebut sehingga korban tertabrak dan terpental oleh kereta api yang melaju kencang.
Wadanki Iptu Miswadi Uli Irwansyah, S.Sos.I 2 Yon B dan personel Piket Kompi 2 Batalyon B bersama dengan Public Safety Center 119 (PSC) Dinas Kesehatan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Vita Insani untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut serta untuk dilakukan visum luar (Ver Luar).
Saat ini identitas korban masih belum diketahui dan masih dalam tahap penyelidikan.(Jono)












![[1] Yayasan Kawan Lama Tingkatkan Pendapatan Penenun Dayak Iban hingga 360%](https://garudanews.co/wp-content/uploads/2026/02/1-Yayasan-Kawan-Lama-Tingkatkan-Pendapatan-Penenun-Dayak-Iban-hingga-360-200x112.jpg)
