Bupati Respon Pembangunan Kawasan Kargo di Jeneponto

by
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar

Garudanews, Jeneponto — Bupati Jeneponto, H. Iksan Iskandar merespon baik pemaparan Dirut Pelindo IV Makassar dan memerintahkan ke dinas terkait untuk dapat bersinergi dengan baik dan tetap mengacu pada regulasi yang ada dalam menindaklanjuti seluruh kebutuhan dan aspek teknis demi kelancaran kegiatan tersebut kedepan.

“Jeneponto memiliki banyak potensi, baik di sektor pertanian, perkebunan serta perikanan dan kelautan sehingga cukup banyak yang dibutuhkan alat dan biaya transport yang tidak kecil ke Makassar, Kita yakin dengan hadirnya kawasan kargo ini,   akan menggerakkan ekonomi lebih baik lagi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, kata Iksan Iskandar.

Lanjutnya, setelah terjadi penandantanganan MoU dengan pihak Pelindo IV Makassar dan Kawasan Kargo ini dibangun di daerah ini, maka Jeneponto menjadi daerah yang berkontribusi dalam mengatur jalur transportasi peti kemas/kargo di daerah selatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelumnya di ketahui, beberapa waktu lalu Direktur Utama Pelindo IV Makassar Prasetiadi bersama Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan Ashari Fakhsirie Radjamillo, diterima Bupati Jeneponto Iksan Iskandar di ruang kerjanya, yang didampingi sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah, pada April 2021 lalu.

Tatap muka tersebut dalam rangka membangun kerja sama antara pihak Pelindo dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk pembangunan kawasan kargo sebagai sarana konsolidasi barang atau pelabuhan darat pengangkutan peti kemas dari hasil pertanian dan rumput laut di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten tetangga di bagian selatan.

Ashari Fakhsirie Radjamilo menyampaikan bahwa kerja sama ini telah mendapat persetujuan dari Plt. Gubernur Sulawesi Selatan untuk disampaikan ke daerah yang memiliki potensi pengembangan dan pembangunan kawasan kargo.

“Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu daerah yang dilirik untuk kegiatan ini dan ketika ini jadi dibangun maka selain menggerakkan ekonomi di daerah juga diharapkan dapat mengurai kemacetan kendaraan besar menuju kota Makassar,” kata Ashari Fakhsirie Radjamillo, yang juga putra daerah Bumi Tuartea tersebut. (*)