dr. Syaiful M. Sitompul Terpilih Kembali Pimpin PERSI Sumut

Medan – Musyawarah Wilayah (Muswil) Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatera Utara resmi menetapkan dr. Syaiful M. Sitompul sebagai Ketua PERSI Sumut untuk periode 2026–2030.

Acara yang berlangsung di Le Polonia Hotel, Medan, Kamis (22/1/2026), dihadiri oleh perwakilan rumah sakit anggota PERSI se-Sumatera Utara.

Dalam proses pemilihan yang dilakukan secara real-time, dr. Syaiful memperoleh 78 suara, unggul atas pesaingnya dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) yang meraih 67 suara, sementara 2 suara dinyatakan batal. Dari total 147 kertas suara, jumlah surat mandat yang sah tercatat sebanyak 146.

Ketua Umum PERSI, dr. Bambang Wibowo, Sp.O.G, SubSp.K.Fm, MARS, FISQua, yang turut hadir dalam Muswil, menyampaikan apresiasi atas dinamika organisasi di Sumatera Utara. Ia menilai pertumbuhan rumah sakit di wilayah ini cukup pesat, didukung oleh keberadaan fakultas kedokteran dan pendidikan spesialis yang aktif. Namun, ia juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi, yakni akses layanan, mutu, dan pembiayaan.

“Sumatera Utara punya potensi besar, tapi kita harus terus memperbaiki kualitas layanan agar masyarakat tidak lagi berobat ke luar negeri. Ini tanggung jawab bersama antara rumah sakit, PERSI, dan pemerintah,” ujar Bambang.

Sementara itu, dr. Syaiful menekankan pentingnya penguatan regulasi, tata kelola rumah sakit, dan kompetensi SDM. Ia mengusung prinsip kerja PERSI: Profesionalisme, Empati, Responsif, Sinergi, dan Integritas sebagai fondasi pelayanan rumah sakit.

“Pelayanan yang baik tidak cukup hanya dengan SDM yang banyak, tapi harus kompeten dan berintegritas. Kita juga harus responsif terhadap kebutuhan pasien dan mampu berkomunikasi dengan empati,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola klinik yang transparan dan akuntabel, serta mendorong digitalisasi dan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi layanan.

Namun, ia mengakui bahwa pelaksanaan berbagai program tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan organisasi profesi dan dukungan media.

Pos terkait