GARUDANEWS.co, JAKARTA – OT Group melalui inisiatif Yayasan OT Peduli menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi yang melanda wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8). Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berdampak secara langsung baik pada masyarakat maupun infrastruktur-infrastruktur di sejumlah wilayah NTT.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Yayasan OT Peduli telah mengirimkan bantuan kemanusiaan gelombang pertama berupa produk makanan dan minuman dalam kemasan untuk mendukung kebutuhan darurat masyarakat di wilayah terdampak bencana. Bantuan tersebut telah tiba di PMI Kabupaten Sikka, Maumere, pada Minggu (16/8) sekitar pukul 04.00 WIB dan diterima oleh perwakilan PMI Kabupaten Sikka, Irman.
Menurut Donny, Director & Chief Operating Officer OT Group, bantuan kemanusiaan pertama ini untuk memitigasi resiko kekurangan pangan di hari-hari awal bencana. Ditambah lagi terhambatnya akses akibat rusaknya beberapa jalur transportasi berpotensi membuat masyarakat yang terisolasi kekurangan bahan makanan selama beberapa hari ke depan.
“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Melalui OT Peduli, kami berupaya memberikan bantuan awal yang dapat dengan segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan keluarga yang terdampak. Kami menyadari bahwa bantuan ini masih terbatas, namun kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang saat ini tengah menghadapi situasi sulit.” ujarnya.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi
pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Alor, dan Lembata.
Sebagai bagian dari upaya awal, Yayasan OT Peduli berkoordinasi dengan jaringan di sekitar wilayah terdampak untuk mempercepat pengiriman bantuan yang sebagian telah tiba di PMI Kabupaten Sikka dan selanjutnya akan didistribusikan kepada posko-posko pengungsian.
Yayasan OT Peduli juga akan terus memantau perkembangan dan kebutuhan lapangan untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menentukan dukungan selanjutnya bagi kondisi masyarakat yang terdampak.
“Kami memahami bahwa dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak di lapangan agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
