Sidik Jari Ungkap Misteri Mr X di Simalungun, Polres Simalungun Berhasil Lacak Identitas Pria Asal Medan

GARUDANEWS.co, SIMALUNGUN – Misteri penemuan sesosok pria tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk di kawasan Simpang Pondok Baru, Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, akhirnya berhasil diungkap. Berbekal teknologi identifikasi sidik jari, Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun bersama Polsek Dolok Batu Nanggar berhasil mengetahui identitas korban yang sebelumnya hanya dikenal sebagai Mr X.

Korban diketahui bernama Robinson Harianja (54), warga Jalan Pasar III Gang Surip Nomor 12, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Dolok Batu Nanggar, IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., menjelaskan, jasad korban ditemukan pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB setelah warga melaporkan adanya seorang pria yang tergeletak tak bernyawa di sebuah gubuk di Simpang Pondok Baru.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA L. Radot Siagian, S.H., Kanit Intel IPDA M. Purba, bersama personel piket menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Sesampainya di lokasi, petugas menemukan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia. Korban tergeletak terlentang di bawah meja warung dengan mengenakan kaos oblong dan celana panjang berwarna cokelat,” ujar IPTU Rido.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan dua saksi, Ponimin dan Masrijal, yang merupakan karyawan PT Bridgestone, korban pertama kali ditemukan saat mereka melintas dan melihat tubuh seseorang terbaring di dalam kios.

Saat didekati, korban ternyata sudah meninggal dunia.

Keterangan saksi lain juga menyebutkan bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal, korban sempat terlihat duduk di sekitar warung pinggir jalan dan diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Tapian Dolok menuju RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan luar kembali memastikan tidak ditemukan bekas luka ataupun tanda kekerasan pada tubuh korban.

Upaya mengungkap identitas korban akhirnya membuahkan hasil setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun melakukan perekaman sidik jari melalui sistem Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS).

Dari hasil pencocokan data, korban dipastikan bernama Robinson Harianja, lahir di Medan pada 5 Agustus 1971, beragama Kristen, bersuku Batak, dan berprofesi sebagai wiraswasta.

“Begitu identitas korban diketahui, kami segera berkoordinasi dengan Polsek Medan Timur untuk membantu menghubungi pihak keluarga agar informasi ini dapat segera disampaikan,” kata IPTU Rido.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Robinson masih didalami. Meski demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya karena tidak ditemukan adanya indikasi tindak kekerasan.

Sementara menunggu pihak keluarga datang, jenazah korban telah mendapat penanganan dari petugas RSUD dr. Djasamen Saragih. Polsek Dolok Batu Nanggar memastikan koordinasi dengan keluarga dan instansi terkait akan terus dilakukan hingga proses penanganan selesai sesuai prosedur.(Sep)

Pos terkait