Wapres Harap E-Commerce Berkontribusi Dalam Ekonomi Dan Keuangan Syariah

by
Wapres Ma’ruf Amin

Garudanews, Ekonomi – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap peran penyedia layanan e-commerce ikut dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Wapres menyadari, komitmen kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah perlu diikuti upaya nyata berbagai pihak, termasuk perusahaan e-commerce.

“Pemerintah mendorong berbagai penyedia layanan e-commerce dan yang lain juga, dari e-commerce kita, untuk terus berkomitmen dan berinovasi dalam mendukung pengembangan industri halal,” kata Ma’ruf

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan pada 4 (empat) hal yaitu pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, dan pengembangan serta perluasan kegiatan usaha syariah. Untuk itu, perusahaan e-commerce yang memiliki relevansi dengan keempat fokus itu, diharapkan memainkan peran strategis di sektor tersebut. 

Wapres mengatakan, terkait pengembangan industri produk halal, e-commerce diharap dapat membantu mewujudkan Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

Wapres juga berharap e-commerce dapat berperan dengan memfasilitasi pelaku usaha syariah khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) syariah untuk berjualan secara daring. Dengan begitu, dapat memperluas akses pembayaran digital yang sesuai dengan prinsip syariah, serta menjembatani akses pembiayaannya.

“UMKM itu kan biasanya kurang modalnya, kurang pengetahuannya, kurang pemasarannya, dan juga kurang kualitas produknya. Nah bagaimana agar UMKM ini kualitas produknya bagus, permodalannya cukup, kemudian pemasarannya (luas) barangkali e-commerce dapat berperan lebih (besar)” katanya.

Ia mengatakan, dalam membangun pengusaha-pengusaha syariah ada dua program yang dijalankan, yaitu membangun pusat-pusat inkubasi di daerah-daerah untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha itu juga serta membangun pusat-pusat bisnis syariah. (*)