Wonder Women Panen Hujatan Saat Memanasnya Israel-Palestina

by
Artis Berkebangsaan Israel Pemeran Film Wonder Women, Gal Gadot

Garudanews, Jakarta — Pemeran Wonder Women, Gal Gadot menjadi salah satu publik figur yang ikut menyampaikan kekhawatirannya akan konflik yang memanas di Israel dan juga Palestina, lewat akun twitter pribadinya, aktris cantik yang lahir di Israel itu mengungkapkan kecemasannya atas keselamatan keluarga dan teman-temannya.

“Hati saya hancur, negara saya sedang berperang, saya khawatir dengan keluarga dan teman-teman saya, saya mengkhawatirkan rakyatnya,” kata Gal Gadot seperti dikutip dari akun twiter @galgadot, menurut Gal Gadot, konflik yang telah berlangsung lama itu sudah harus diakhiri, dia menyebutkan Israel dan Palestina berhak hidup dengan tenang.

“Ini lingkaran setan yang berlangsung terlalu lama. Israel berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman, tetangga kita juga berhak mendapatkan hal yang sama,” ungkapnya.

Namun sayang, cara pemilihan kata yang dipakai bintang Wonder Woman tersebut untuk menyampaikan kepeduliannya justru membuatnya dihujani kritik netizen.

Artis cantik berkebangsaan Israel itu dihujat dan diserbu netizen dengan berbagai bahasa, Gal Gadot diminta untuk menunjukan kepeduliannya akan nasib warga Palestina yang kini tengah diserang habis-habisan.

“Senang melihat Anda berbicara untuk kemanusiaan, sekarang bagaimana dengan Palestina? Mereka juga manusia kan? tapi tanpa ampun diserang, disiksa dan diusir dari tempat tinggal mereka,” kata salah satu netizen. Disisi lain, unggahan dukungannya untuk Israel rupanya bukan yang pertama kali dilakukan Gal Gadot.

Disadur dari Middleeast Monitor, Gal Gadot ternyata juga sempat mengunggah hal serupa. Saat konflik Israel Palestina pecah di tahun 2014, Gal Gadot secara terang-terangan mengunggah dukungannya untuk tentara Israel.

Gal Gadot juga diketahui sempat bertugas di Angkatan Darat Israel selama dua tahun. Tak heran bila banyak netizen yang menyebutnya telah lama menjadi saksi kekejaman dalam memberantas masyarakat Palestina. (*)