GARUDANEWS.co, Pematangsiantar – Dilalap si jago merah, sebuah rumah warga di Jalan Lapangan Bola Bawah, Kota Pematangsiantar, habis terbakar pada Kamis (1/10/2026) siang sekira pukul 12.00 WIB. Kepulan asap tebal sempat membubung tinggi dan membuat warga sekitar berhamburan ke luar rumah.
Seorang saksi yang merupakan tetangga pemilik rumah, Krisdo Silitonga menjelaskan bahwa ia melihat api mengepul dari rumah tersebut sekita pukul 12.00 WIB. Setelah pintu didobrak, lantai rumah tampak telah dilalap api.
Setelah mendapat informasi kebakaran tersebut, petugas Damkar langsung turun ke lokasi dan bergerak cepat mengepung titik api agar tidak meluas ke bangunan sekitar.
Saat ditemui di lokasi kejadian, pemilik rumah yakni Antoni S. Oloan Pakpahan menjelaskan bahwa pada pagi hari tadi ia memang memasak, namun ditengah proses memasak ia pergi sebentar meninggalkan dapur sekira pada pukul 09.00 WIB.
Diduga kobaran api merambat dari tungku kayu ke area sekitar dapur, lalu menyambar sebuah lemari es yang berada di dekatnya. Sambaran tersebut kemungkinan membuat kobaran api kian membesar dengan cepat.
Dari keterangan tambahan yang diberikan oleh keluarga pemilik rumah yakni keponakannya yang bernama Aldo, rumah tersebut dihuni sendirian oleh pamannya, Antoni S. Oloan Pakpahan. Sebelum kejadian, ia memang mengetahui sang paman sedang memasak di area belakang rumah.
“Tadi uda (paman) saya memasak di dapur memakai kayu bakar. Setelah itu dia keluar rumah sebentar, tapi tak berapa lama api tiba-tiba sudah membesar dan membakar bangunan,” kata Aldo saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (1/10/2026).
“Bagian dapur yang terbakar habis. Api makin cepat besar karena kena kulkas. Beruntung petugas pemadam cepat sampai di lokasi dan langsung menjinakkan api,” lanjutnya
Api diketahui tidak sempat merambat ke rumah tetangga, dikarenakan petugas Damkar yang dikerahkan ke lokasi kebakaran bergerak cepat untuk memutus jalur kobaran api.
Saat berita ini diturunkan, api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan petugas tetap menyiramkan air di reruntuhan bangunan untuk proses pendinginan demi memastikan tidak ada sisa bara yang dapat memicu kebakaran susulan.
Dari kejadian tersebut, diketahui tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka, dan untuk kerugian materiil masih belum diketahui besaran jumlahnya. (Jono)













