GARUDANEWS.co, Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat telah memberikan pelatihan kepada 1.041 penyandang disabilitas sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026. Hasilnya, sebagian besar peserta yang telah lulus berhasil mendapatkan pekerjaan, sementara lainnya memilih menekuni usaha mandiri.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan akses yang setara bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh peluang kerja yang lebih luas.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi langkah positif yang perlu terus ditingkatkan hingga akhir tahun. Ia menilai jumlah peserta yang telah mengikuti pelatihan menunjukkan upaya nyata pemerintah dalam menghadirkan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas.
Pernyataan itu disampaikan Yassierli saat menghadiri kegiatan Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026).
Untuk memperluas layanan pelatihan, Kemnaker berencana membangun pusat pelatihan khusus penyandang disabilitas di Bekasi pada 2027. Fasilitas tersebut akan difokuskan untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan sesuai minat serta kebutuhan dunia kerja.
Adapun sejumlah program yang dipersiapkan meliputi pelatihan call center, teknologi informasi (IT), barista, hingga menjahit. Program tersebut diharapkan mampu membekali peserta dengan keterampilan yang dapat menunjang karier maupun usaha mandiri.
Yassierli berharap pusat pelatihan tersebut dapat menjadi model pengembangan vokasi khusus disabilitas di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus terus hadir dalam membuka akses dan peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
Salah satu manfaat program ini dirasakan oleh Muhammad Fahri (21), penyandang disabilitas tunarungu yang mengikuti pelatihan barista selama satu bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, Fahri berhasil memperoleh pekerjaan di sebuah kafe.
Melalui penerjemah bahasa isyarat, Fahri mengaku pelatihan tersebut memberikan bekal keterampilan yang membantunya masuk ke dunia kerja. Ia juga mengajak penyandang disabilitas lainnya, terutama sesama tunarungu, untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan vokasi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.













