Mensos: Gedung Permanen Sekolah Rakyat di Medan Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

GARUDANEWS.co, Medan – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, meninjau kegiatan open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan di Jalan Willem Iskandar, Kota Medan, Senin (15/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mensos menyampaikan progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang saat ini hampir rampung dan ditargetkan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026-2027.

“Alhamdulillah untuk Kota Medan pembangunannya sudah hampir 90 persen. Mudah-mudahan pada bulan Juli nanti sudah bisa digunakan untuk proses pembelajaran tahun ajaran 2026-2027,” ujar Saifullah Yusuf.

Ia mengaku gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat Rintisan di Medan yang telah berjalan selama 11 bulan terakhir dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Medan.

Menurutnya, perubahan positif mulai terlihat pada para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Anak-anak kita sudah mulai terlihat lebih disiplin, lebih fokus dalam belajar. Perubahan itu juga dapat dirasakan langsung oleh orang tua mereka masing-masing. Ini tentu menjadi hal yang menggembirakan,” katanya.

Saifullah Yusuf juga memberikan apresiasi kepada para guru yang dinilai mampu mendampingi siswa dengan penuh kesabaran dan empati.

“Anak-anak ini masuk tanpa tes akademik. Kemampuan mereka berbeda-beda sehingga membutuhkan ketenangan, kesabaran, dan empati dari para guru. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperluas keberadaan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.

“Saya akan bekerja sama dengan wali kota dan gubernur agar setidaknya setiap kabupaten dan kota memiliki gedung Sekolah Rakyat,” katanya.

Terkait peserta didik berkebutuhan khusus, Mensos memastikan pemerintah telah menyiapkan pendampingan khusus, termasuk dukungan dari sentra-sentra rehabilitasi sosial apabila diperlukan.

“Di beberapa titik ada siswa berkebutuhan khusus. Tentu ada penanganan dan pendampingan khusus, termasuk dukungan dari sentra rehabilitasi yang kami miliki,” jelasnya.

Secara nasional, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini berlangsung di 93 lokasi. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 104 titik.

“Target yang selesai pada akhir Juni ini lebih dari 60 lokasi. Sisanya diperkirakan selesai pada Agustus atau September,” ungkapnya.

Untuk Kota Medan sendiri, kuota siswa Sekolah Rakyat tahun ini mencapai 270 orang yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Proses penetapan siswa dilakukan melalui verifikasi berlapis oleh pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pemerintah daerah.

“Anak-anak dijangkau langsung ke rumah. Setelah diverifikasi memenuhi kriteria, wali kota atau bupati mengusulkan dan kemudian kami tetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” katanya.

Dia juga menyebut kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

“Kita melihat anak-anak yang tampil di atas panggung hari ini berasal dari keluarga yang paling membutuhkan. Melalui Sekolah Rakyat, mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan meningkatkan masa depan mereka,” ujar Rico Waas.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menambahkan, Pemerintah Kota Medan terus mendukung keberadaan Sekolah Rakyat, termasuk melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi sekolah.

“Pemerintah Kota Medan berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk pembangunan akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya agar proses pendidikan berjalan optimal,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *