Rico Waas Ingatkan PUD Pasar: Pembenahan Pasar dan Kesejahteraan Pedagang Harus Tetap Jadi Prioritas

GARUDANEWS.co, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa pengembangan usaha dan kerja sama dengan pihak ketiga yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan harus tetap berorientasi pada keberlangsungan pasar tradisional serta kesejahteraan para pedagang.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin ekspos Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kerja Tahun 2026 PUD Pasar Kota Medan di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Kamis (5/11/2026).

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fahrurrazi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Citra Effendi Capah, Kepala Bagian Perekonomian Reza Hanafi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, Direktur Utama PUD Pasar Anggia Ramadhan, serta jajaran PUD Pasar Kota Medan.

Rico mengapresiasi langkah PUD Pasar yang mulai mengembangkan berbagai peluang usaha melalui kolaborasi dengan pihak ketiga. Beberapa rencana yang tengah disiapkan antara lain pengembangan Blok Petisah, investasi di bidang olahraga di Pasar Halat, kerja sama dengan Inatek di Pasar Simpang Limun, hingga pemanfaatan kantor lama PUD Pasar di Jalan Sutomo menjadi kawasan kuliner.

Meski demikian, Rico mengingatkan agar berbagai langkah ekspansi tersebut tidak menggeser fungsi utama PUD Pasar sebagai pengelola dan pemberdaya pasar tradisional.

“Cuma rekan-rekan sekalian perlu dipahami bahwasanya rekan-rekan tetaplah PUD Pasar. Bukan hanya kerja sama dengan pihak ketiga atau sewa-menyewa gedung. Bagaimana mengembangkan usaha, tetapi core dari PUD Pasar itu sendiri tidak hilang, yaitu pemberdayaan kepada para pedagang pasar,” tegas Rico.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan pasar tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai investasi atau banyaknya kerja sama yang berhasil dijalin. PUD Pasar juga harus mampu menghadirkan lingkungan pasar yang tertata, nyaman, dan mendukung pertumbuhan usaha para pedagang.

Rico menilai pembenahan pasar perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pasar yang sedang mendapatkan investasi atau revitalisasi.

Ia mencontohkan kondisi Pasar Simpang Limun dan Pasar Kampung Lalang. Meski bangunan pasar telah dibenahi, aktivitas perdagangan masih banyak berlangsung di luar area pasar. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pengelolaan pasar yang perlu segera diatasi.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat yang mengutamakan kepraktisan menjadi salah satu faktor penyebab. Banyak konsumen memilih berbelanja dengan cepat di tepi jalan tanpa harus masuk ke area pasar atau mencari tempat parkir.

Akibatnya, aktivitas perdagangan di luar pasar semakin sulit dikendalikan dan berpotensi menimbulkan kesemrawutan, kemacetan lalu lintas, hingga menyulitkan petugas dalam melakukan penertiban.

“Ini harus ada solusinya. Bagaimana mengembalikan masyarakat dan para pedagang agar bisa kembali ke dalam pasar, tidak lagi berjualan di luar. Karena yang terjadi adalah kekumuhan,” ujarnya.

Rico juga menekankan bahwa pembenahan pasar tidak cukup hanya melalui perbaikan fisik bangunan. Menurutnya, diperlukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan dan pola pelayanan agar pasar tradisional kembali menjadi pilihan masyarakat.

Selain itu, ia menyoroti sejumlah pasar lain yang masih membutuhkan perhatian, termasuk Pasar Belawan dan Pasar Marelan. Karena itu, PUD Pasar diminta menyusun strategi besar yang mencakup penyehatan keuangan perusahaan sekaligus rencana pembenahan pasar-pasar yang membutuhkan revitalisasi.

Menurut Rico, perusahaan juga harus memiliki perencanaan yang jelas terkait sumber pendanaan program pembenahan pasar, baik melalui kemampuan internal perusahaan, skema kerja sama investasi, maupun dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Bergerak sudah bagus dibanding tidak bergerak sama sekali. Sekarang PUD Pasar sudah bergerak maju. Tapi saya hanya ingin menitipkan, jangan dilupakan core bisnis utamanya, tentang bagaimana mengakomodasi pasar tersebut supaya tetap baik,” pungkas Rico Waas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *