RSUP Dr. Wahidin dan King Salman Relief Sukses Gelar 34 Operasi Jantung, Termasuk 13 Pasien Anak

GARUDANEWS.co, MakassarRumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center sukses melaksanakan 34 operasi jantung, termasuk 13 operasi pada pasien anak (pediatrik). Program kemanusiaan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan kesehatan jantung di Indonesia.

Operasi Jantung Berstandar Internasional

Hingga Selasa pagi (2/9), tercatat 34 tindakan operasi telah dilakukan, dan proses masih berlanjut hingga Rabu (3/9). Artinya, jumlah total operasi jantung diperkirakan akan melebihi angka tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. dr. Syarif Samsul Arif, menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga meningkatkan kapasitas tenaga medis lokal.

“Program ini membawa manfaat besar, baik untuk keselamatan pasien maupun peningkatan kapasitas tenaga medis,” ujar Prof. Syarif dalam Konferensi Pers Alih Iptek Bedah Jantung.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Internasional

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi keberhasilan kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan dan menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.

“Saya sangat berharap melalui program-program ini, kita bisa secara signifikan mengurangi jumlah kematian akibat penyakit jantung,” kata Menkes Budi.

Ia juga menyebut kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi sebagai wujud hubungan bilateral yang erat dan strategis.

Misi Kemanusiaan dan Teknologi Medis Canggih

Koordinator Tim Medis King Salman, Dr. Emad Abdullah Gh Bukhari, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa operasi yang dilakukan mencakup tindakan kompleks seperti Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)—pemasangan katup aorta tanpa operasi terbuka.

“Ini bukan hanya kerja sama antar kementerian, tapi hubungan kemanusiaan antara bangsa dan rakyat,” tegas Dr. Emad. [kemenkes]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *