GARUDANEWS.co, MEDAN- Universitas Sumatera Utara (USU) meraih Mandaya Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi berkat program pengembangan Agrowisata Taman Seribu Bunga di Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Program ini mengembangkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut diserahkan pada puncak penganugerahan, 27 Oktober 2026. Piala penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd kepada Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si.
Penghargaan ini diraih melalui program Desa Binaan 2025 yang dijalankan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU. Program yang diketuai Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si., itu berfokus pada peningkatan kemandirian BUMDes Arih Ersada melalui pengembangan Agrowisata Taman Seribu Bunga.
Program tersebut mengembangkan potensi kebun tanaman hias dan hamparan bunga krisan menjadi destinasi agrowisata. Pengembangannya meliputi penataan taman bunga, penyediaan area berkemah, hingga pengolahan bunga krisan menjadi teh siap minum bermerek Art-teasant.
Pengembangan ini tidak hanya menawarkan daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang usaha dari pengolahan produk lokal. BUMDes Arih Ersada diharapkan semakin mandiri, sementara petani dan pedagang bunga setempat memperoleh kesempatan untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perguruan tinggi untuk terus menghasilkan inovasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, riset dan pengabdian kepada masyarakat perlu diarahkan pada pengembangan potensi daerah agar mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa kontribusi civitas akademika USU tidak hanya berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah, melainkan hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. Melalui pengembangan Agrowisata Taman Seribu Bunga di Berastagi, kami ingin memastikan bahwa inovasi berbasis potensi daerah mampu meningkatkan kemandirian BUMDes dan memberikan dampak kesejahteraan yang berkelanjutan bagi warga Desa Raya,” ujar Prof. Muryanto.
Ia menambahkan, keberhasilan program pengabdian tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan atau penghargaan yang diraih, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan keberlanjutan pengelolaannya.
“Kami ingin program pengabdian seperti ini mampu memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi daerahnya sendiri. Dengan begitu, inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada pendampingan, tetapi bisa terus berjalan, membuka peluang usaha, dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang,” katanya.
Proses menuju Mandaya Awards 2026 diawali dengan kurasi program pengabdian unggulan oleh LPPM USU. Setelah pendaftaran pada 7 Oktober 2026, program tersebut melewati tahapan seleksi, presentasi, dan penjurian pada 20 Oktober 2026.













