BALI, 3 November 2026 – BINUS University menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi internasional yang diselenggarakan oleh QS Quacquarelli Symonds di Bali International Convention Centre pada 3-5 November 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-22, forum bertema “Advancing Education for Purpose and Impact” ini menghadirkan lebih dari 1.500 pimpinan universitas, akademisi, pembuat kebijakan, dan pakar pendidikan dari berbagai negara.
Forum tersebut menjadi wadah diskusi berbagai isu strategis pendidikan tinggi, mulai dari reputasi akademik, pemeringkatan global, kinerja institusi, kolaborasi internasional, hingga tantangan masa depan yang dihadapi sektor pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik.
Penyelenggaraan QS Higher Ed Summit 2026 juga memiliki makna khusus bagi BINUS yang tahun ini menandai 45 tahun kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berbagi perspektif dan memperkuat kolaborasi dengan komunitas pendidikan tinggi internasional.
President of BINUS Higher Education & Professional Services, Stephen Wahyudi Santoso, mengatakan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah forum bergengsi ini merupakan kesempatan penting untuk membawa perspektif Indonesia dalam diskusi global mengenai masa depan pendidikan tinggi.
“Kepercayaan untuk menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 merupakan kesempatan penting bagi BINUS untuk membawa perspektif Indonesia ke dalam diskusi mengenai masa depan pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik. Saat ini pendidikan tinggi menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi hingga tuntutan untuk mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, forum ini telah digelar di berbagai kota dunia, termasuk Jakarta, Kuala Lumpur, Makau, dan Seoul, sebelum kembali diselenggarakan di Indonesia melalui Bali. Sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian utama tahun ini antara lain pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan, serta inovasi pendidikan yang berpusat pada manusia.
BINUS Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Transformasi teknologi dan otomatisasi dinilai terus mengubah kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi pun dituntut untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.
Mengacu pada data World Bank, adopsi robot industri di lima negara ASEAN selama periode 2018-2022 diperkirakan berkontribusi terhadap terciptanya sekitar 2 juta pekerjaan formal bagi pekerja berketerampilan tinggi, sekaligus menggeser sekitar 1,4 juta pekerjaan formal bagi pekerja berketerampilan rendah. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengembangan keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Menjawab tantangan tersebut, BINUS University terus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dalam ekosistem pendidikan.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa AI harus dipandang sebagai alat yang mampu mendukung proses belajar sekaligus meningkatkan kreativitas mahasiswa.
“Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, mendorong perguruan tinggi untuk terus mengevaluasi pendekatan pembelajarannya agar tetap relevan dengan kebutuhan industri. Di BINUS, kami melihat AI sebagai salah satu alat yang dapat mendukung proses belajar dan kreativitas mahasiswa. Karena itu, yang penting bukan hanya memperkenalkan teknologi ini, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menggunakannya secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab,” kata Nelly.
Selain pengembangan kurikulum, BINUS juga memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan pendekatan multidisipliner agar mahasiswa mampu menghubungkan teori akademik dengan kebutuhan profesional. Upaya tersebut diperkuat melalui ekosistem Multi-Helix yang dikembangkan melalui Research and Technology Transfer (RTT).
Ekosistem tersebut menjadi wadah kolaborasi berbasis riset yang mempertemukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan inovasi yang relevan bagi masyarakat dan dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 serta penguatan ekosistem pendidikan yang adaptif, BINUS University terus mendorong lahirnya kolaborasi global sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi perubahan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.





![[4] KLS Expo 2026](https://garudanews.co/wp-content/uploads/2026/10/4-KLS-Expo-2026-200x112.jpg)







