GARUDANEWS.co, MEDAN – Puluhan mahasiswa dan tenaga pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) mengikuti Workshop Penggunaan Automated External Defibrillator (AED) pada pasien emergensi, Kamis (25/6/2026) di lingkungan kampus setempat.
Mengusung tema “Empowering Medical Student & Bystanders, Saving Lives — Be the First Responder”, kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik FK UISU serta perwakilan organisasi mahasiswa seperti TBM, DPM, BEM, LSKI, dan MRI FK UISU.
Workshop bertujuan memberdayakan peserta agar mampu melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan mengoperasikan AED pada pasien gawat darurat baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, kegiatan ini juga sebagai bagian dari dukungan menuju Akreditasi Unggul FK UISU.
Gawat Darurat Bisa Terjadi Kapan Saja
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30–18.00 WIB ini terbagi dalam beberapa sesi, mulai dari pembukaan oleh protokol, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, MARS UISU, hingga MARS TBM.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana sekaligus mewakili Dekan, dr. Ismurrizal, SH, MH, Sp.F, Dipl.Bioeth. yang juga Wakil Dekan KAK FK UISU, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi henti jantung mendadak di area publik.
“Setiap detik sangat berharga dalam penyelamatan nyawa. Dengan keterampilan RJP dan AED, kita semua bisa menjadi first responder yang handal,” ujarnya.
Belajar dari Narasumber Berpengalaman
Seusai sesi pembukaan, peserta mendapatkan materi dari narasumber utama dr. Marzuki Samion, MA(K3) — Pembina Tim Bantuan Medis (TBM) FK UISU yang juga Wakil Dekan Sumber Daya dan Tata Kelola FK UISU.
Namanya bukan sosok asing di dunia penanggulangan bencana; dr. Marzuki telah malang melintang turut serta menanggulangi berbagai peristiwa bencana besar, mulai dari Tsunami Aceh 2004, Gempa Pulau Nias 2005, hingga Gempa NTB 2017 dan pernah menjadi salah satu Instruktur Internasional di Program Dokter Spesialis (Hospital Based) Kedokteran Bencana (Disaster Medicine) Kumamoto JRCS Hospital, Jepang.
Pada event ini, dr. Marzuki di dampingi instruktur yang seluruhnya adalah dosen FK UISU, yaitu dr. Alamsyah Lukito, M.Kes, Dipl.Bioeth. (Ka. Prodi Profesi Dokter), dr. Lucia Aktalina, M.Biomed (Sekretaris Prodi Sarjana Kedokteran), dan dr. Irawardi H. (Divisi Kemahasiswaan & Alumni).
Tidak Sekadar Teori
Workshop ini dirancang tidak hanya dengan pemaparan teori mengenai RJP berbantuan AED, tetapi juga praktek langsung yang membuat suasana semakin hidup. Para peserta tampak antusias bergantian mempraktikkan teknik kompresi dada yang benar, cara menyalakan AED, menempelkan pad, hingga memberikan shock yang aman.
Sesi tanya jawab pun berlangsung seru, peserta aktif bertanya dan berdiskusi langsung dengan para narasumber.
Sebelum dan sesudah kegiatan, peserta menjalani pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka. Adapun lima target khusus yang ingin dicapai dalam workshop ini adalah:
Meningkatkan pemahaman tanda-tanda henti jantung mendadak dan pentingnya Chain of Survival.
Melatih RJP berkualitas tinggi sesuai standar AHA/ERC.
Melatih pengoperasian AED mulai dari menyalakan alat hingga memberikan shock yang aman.
Menumbuhkan kesiapsiagaan dan kepercayaan diri sebagai first responder.
Memberikan sertifikat sebagai Surat Pendamping Ijazah (SPI) bagi mahasiswa.
Ditutup dengan Khidmat
Acara yang mendapat dukungan penuh dari Pimpinan FK UISU ini ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan doa bersama, tepat pukul 18.00 WIB.
Dengan bekal pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta, baik mahasiswa maupun tenaga pendidik harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan jiwa, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.
