RedDoorz Bekali Talenta Muda Indonesia dengan Keterampilan Digital melalui Kuliah Praktisi

GARUDANEWS.co, Jakarta – Berdasarkan rilis dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) 2022-2025, Indonesia setidaknya membutuhkan sembilan juta tenaga profesional di sektor digital pada tahun 2030. Seiring perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), kebutuhan talenta digital di Indonesia diperkirakan mencapai 600 ribu orang setiap tahunnya. Pemerintah pun mengakui bahwa terdapat celah antara kebutuhan dan ketersediaan talenta digital.

Berangkat dari hal ini, RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terkemuka di Asia Tenggara, menyelenggarakan program Kuliah Praktisi sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Program ini menghadirkan pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa aktif dari berbagai disiplin ilmu terkait ekonomi digital dengan materi yang dibawakan langsung oleh praktisi atau mentor yang merupakan karyawan aktif RedDoorz.

Bacaan Lainnya

Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan wawasan terkait pemasaran digital, komunikasi pemasaran, social commerce, hingga manajemen pengelolaan hotel yang menjadi inti bisnis RedDoorz. Program ini juga memberikan pengalaman langsung terkait praktik bisnis digital melalui berbagai inisiatif perusahaan, termasuk program RedSeller.

“Hingga saat ini, sudah terdapat 20 kampus yang ikut serta dalam program Kuliah Praktisi bersama RedDoorz, dengan total 361 mahasiswa yang terbagi dalam empat batch (angkatan) yang sudah berpartisipasi,” ujar Ratih Wiyanti Gatari, Regional Head Sales RedDoorz.

Ratih juga menambahkan bahwa program ini berlangsung selama 4-6 bulan dengan rincian materi perkuliahan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Mulai dari analisis data, desain grafis, copywriting, sales and marketing, serta tugas akhir dan kunjungan ke properti RedDoorz untuk memperkuat pembelajaran di kelas.

“Program ini diawali dengan online learning yang berfokus pada digital marketing dan bisnis digital, dilanjutkan dengan project sales call dan flyering untuk mengasah desain grafis, videografi, dan komunikasi pemasaran. Selanjutnya, peserta mengerjakan studi kasus di sektor properti untuk memperkuat komunikasi dan manajemen, sebelum ditutup dengan final project sebagai output akhir program,” tambah Ratih.

Muhammad Bintang Darma, mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang sudah selesai mengikuti program ini mengakui bahwa ia mendapat pengalaman berharga yang langsung didapatkan dari praktisi di bidang hospitality dan digital marketing. “Saya sangat mengapresiasi adanya program ini. Program ini sangat aplikatif bagi mahasiswa aktif karena kami tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman langsung di lingkungan kerja yang profesional dan suportif, khususnya di bidang pengelolaan hotel dan pemasaran digital. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika terjun ke dunia kerja kelak,” ujar mahasiswa peserta batch satu ini.

Menyadari pentingnya kolaborasi institusi pendidikan dan peran pelaku industri dalam meningkatkan kapasitas SDM dalam negeri, RedDoorz akan terus memperluas program ini dengan menggandeng lebih banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Indonesia memiliki salah satu talenta terbesar di Asia Tenggara, sementara RedDoorz memiliki lebih dari 4.300 mitra properti di seluruh pasar operasionalnya. Kami percaya kolaborasi ini dapat menciptakan dampak positif, baik bagi pengembangan keterampilan digital talenta muda Indonesia maupun pertumbuhan bisnis kami,” tutup Ratih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *